AKHIR SEBUAH FILM bernama KODAKCHROME


THE KING of BLACKLIGHT

NEW YORK (Reuters) – Kodachrome, the film brand touted as the stuff of memories, is about to become a memory itself as Eastman Kodak stops production due to overwhelming competition from digital cameras.

Eastman Kodak Co said it will retire Kodachrome color film this year, ending its 74-year run after a dramatic decline in sales. ( http://www.reuters.com/article/technologyNews/idUSTRE55L3CZ20090622 )

Ah, dunia ini memang mudah berubah ya ? Bermula dari hobby yang luar biasa dari seorang kasir bank bernama George Eastman (1881) membuat roll film. Berikut beliau dengan perangkat cuci cetak filmnya  dipatenkan.  Sebuah karya hasil joint dengan William Walker (1885) yang akhirnya melegenda menjadi brand film. Kemana-mana orang bilang, “beli kodak”, entah filmnya, atau kameranya.

Banyak pesan dan kesan yang tersurat maupun yang tersirat dari sentuhan akhir pada sebuah film. Obyek dapat diabadikan sama persis seperti aslinya (maaf ini bukan iklannya Fuji Film). Kehadiranya merontokkan beberapa profesi artistis. Tentu anda melihat yang sangat parodoks saat nonton film Titanic. Pelukis itu ternyata dapat hidup lagi lewat sentuhan film dan betapa mudahnya romantisme dibangun untuk menggugah cinta anak muda sehingga sebagian orang dapat dengan mudah mengumpulkan uang atau sebaliknya menghabiskan uannya.

Film membuat orang terpana sekian tahun lamanya. Sudah banyak pula macam kertas dan pewarna yang dihabiskan untuk mengabadikan moment, peristiwa dan kejadian di antero jagad ini. Dan setelah berotasi selama 74 tahun kini ada ditepian nadir.

Sedihkah anda ?

Seluloid  yang menjadi bese film kini telah di clonning menjadi BMP, JPG, PNG dan MPEG. Orang-orang makin bersuka ria saja mengabadikan moment, peristiwa dan kejadian yang akan dilewatinya menjadi sebauh scan dan frame, yang real, atraktif dan yang penting multi dimensi ( sekarang masih disebut 3D ). Yang sedih adalah mereka yang tersingkirkan untuk entah ini babak keberapa dari cerita PHK. Sesi ini telah didahului oleh Polaroid yang pada 1978 masih berbangga punya keryawan 21.000, sekarang tinggal ratusanorang saja. polaroid berjaya dengan film instant yang tak kuasa menandingi cetak warna yang makin memukau pengguna film dan kamera.

Dengan digital dunia bukan lagi berada di titik nadir, tapi di dinding absur. Obyek dibagi-bagi dalam layer. Teknologi telah melengkapinya dengan hologram. Istana labirin lahir kembali, bahkan dimana-mana melahirkan labirin. Kaca dan air  yang dulunya melahirkan kisah Narcissus kini diganti dengan masking dan cropping dengan tingkat manipulasi yang agaknya sulit diukur. Percayakah anda adanya hantu Michel Jackson yang baru meninggal ? ini hanya frame yang baru tercipta motion yang dibentuk oleh pengganti film. Tolong saat saya menulis tulisan ini anda jangan memotret saya diam-diam. he he he.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s