Internet dan TIK – edukasi untuk semua 2010-2014


Kemendiknas telah membuka kran aliran internet dan data dilingkungannya. Pada tahun 2011 ini Pustekkom Kemdiknas merencanakan untuk menggelar
Jardiknas di 866 titik Kantor, 56 titik Perguruan Tinggi, dan 16.678 titik SchoolNet. Suatu kerja fantastis dapat mewujudkan impian belajar dengan mudah dan mudah belajar untuk semua jenjang sekolah dan umur.

Semoga langkah ini membawa perubahan yang makin baik untuk semua amin 2

Tanpa disadari, setahun ke depan akan mulai adanya banjir sampah pc, laptop, tablet dan lainnya. Tapi yang paling penting adalah banjir dan pengikisan kebudayaan nasional bangsa ini. kesenjangan informasi dan kemiskinan yang jamak dalam berbagai hal pada lapisan masyarakat Indonesia, akan menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar. Kalau boleh saya punya usul Kemendiknas juga dapat menjadi motor BIG TEN. Yakni melahirkan KELOMPOK SEPULUH.  Baik menyangkut umur, orang, bidang kegiatan, profesi yang dapat memetakan rasa tanggungjawab perbuatan, tingkah laku, moral. Para ulama dan sosiolog harus tidak kalah dengan teknologi terapan yang bakal menerpa bangsa ini. Kelompok ini memonitor tayangan online dan memberikan report berupa menu pop-up atau news ticker. Kelompok Sepuluh mempunyai hak memberi info pop-up atau news ticker karena dapat mengetahui MAC Address user yang online. memang akan ada pro-kontra campurtangan negara/pemerintah dalam kebebasan informasi. Namun prosedur secure permintaan dari sisi client/user oleh para orang tua, pemangku adat, pemerhati budaya, tokoh agama, tokoh pendidikan, sekolah untuk mendaftarkan perangkat pengguna perlu di prioritaskan. Sebagai suatu bentuk tanggung-jawab bersama. Langkah lain yang bisa ditempuh misalnya dibakukannya suatu perangkat keras menjadi bundle ROM untuk antar muka opening-user atau prosedure login dan option terhadap perangkat yang multi user baik di rumah, kantor, dan warung internet.

Sebagai bagian dari pendidikan aliran dan derasnya informasi hendaknya dapat disadari dengan sungguh-sungguh manfaatnya dan pemakainnya harus penuh tanggungjawab karena satu dengan yang lain terikat dengan THE BIG TEN tadi. Sebaliknya Teknologi yang digunaknnya jangan sampai mubazir karena berlebihan. Karena tugas ini juga berat untuk menjadi kewajiban semua pihak untuk sadar bukan hanya sebagai konsumen aktip, namun produktifitasnya dapat dirasakan dan mempengaruhi orang lain secara positip pula. Jelas sekali di depan mata teknologi kekinian itu menyebabkan semua yang ada cepat usang. Peristiwa dan pelaku transnasional dengan media komunikasi dan internet hendaknya dapat dipikul bersama ke arah yang jelas. karena tidak jelasnya kerja dan hasil 2010-2014, bukan sebagai pantulan kerja kabinet tetapi kinerja bangsa ini sudah benar-benar dapat berlomba secara sportif atau “nggak” dapat dilihat hasilnya.

referensi bacaan :

  1. lihatlah warnet, yang sebagaian orang menggunakannya untuk game online.
  2. genggamlah handphone anda dan lihatlah berapa banyak sms sampah dan waktu yang terbuang tanpa makna.
  3. saksikan stasiun televisi anda berapa banyak opera sabun yang dapat  memastikan anda akan menjadi lebih sehat jasmani dan rokhani.
  4. lihat buku dan alat tulis lainnya  apakah asli atau bajakan atau hanya sekali pakai atau disisipi pornografi, pornoaksi atau ideologi non Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s