MENANGIS 1


NOINDONESIAAstagfirullahhal’adzim ! Sedih, Menangis bagai tersayat sembilu …. rasanya ingin memaki-maki. Sidang Paling Sempurna mengejek Indonesia di Panggung DE PE ER, 14 Agustus 2009

Tapi kepada siapa aku harus memaki-maki ? KONYOL, memang.

Saya memang tak dapat menyaksikan langsung peristiwanya, namun membaca newstiker di layar televisi, langsung televisi kumatikan lagi.

Rasanya mengajar para siswa dengan menyisipkan lagu-lagu heroisme seperti sia-sia saja. Awal Kegiatan Belajar Mengajar menjelang HUT RI ini sudah menjadi tradisi aku mengajar sejarah di sma maupun aliyah, menyisipkan lagu-lagu perjuangan. Terlebih ada pelajaran PSPB. Hingga aku berkeyakinan sebagai guru sejarah  langkahku menyisipkan lagu bernuansa patriotisme mendekati kebenaran.

Kemana protokoler, siapa yang mau dipecat karena lagu itu alpa dinyanyikan ?

Ditengah harubiru terorisme, rasanya lebih nikmat salaman virtual dengan ustadz sepuh dari Ngruki Solo ketimbang salim dengan ketua DE PE ER . Terorisme Terselubung lebih berbahaya ketimbang teror terbuka macam bom, yang dimata ilmu perang hanya merupakan gertak sambal. Sebagai orang kecil aku tak pernah ketemu 2 orang yang sering dikorankan tersebut.

Di jaman seperti ini, nampaknya masalah protokoler, sinkronisasi, mulai diabaikan sehingga kehadiran teknologi canggih juga sia-sia saja untuk dapat disebut bangsa yang maju. Sebenarnya antar pejabat penting apa ada SMS yang memungkinkan mereka saling mengingatkan acara, schedule. Dan atau dari lembaga yang menjadi tuan rumah menyebarkan sms susunan acara kepada hadirin dan jika ada kekurangan-kekurangan penerima dapat melakukan forward ?

Memang culun ada pejabat sms-an, tapi jika itu dilakukan orang-orang di sekretariat misalnya ? baguslah.

Kalau disimak yang ada di ruang besar tersebut dapat dipastikan orang-orangnya hadir lebih dari 3 kali dalam seremonial serupa. Jika seorang tidak bekerja secara robot, tentu syarat refleks secara naluri tergerak mengingatkan yang lain ada yang salah, ganjil urut-urutannya. Entah kalau para wakil orang-orang terhormat  di negeri ini lebih mengarah menciptakan peraturan yang spesial acara kenegaraan versi baru. Atau nanti kita ciptakan kompromi saja Indonesia Raya hanya diperdengarkan saat mengibarkan bendera saja.

Satu lagi, media, pembinaan nasionalisme mulai terkikis, gara-gara memilih pemimpim yang mulai alpa. Besok kita kita pilih orang yang lebih muda supaya tingkat kealpaan ini dapat dikurangi.

https://husnan.wordpress.com/menangis/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s